15 Okt 2019

Arduino Shield

Arduino Shield

Pendahuluan

Arduino bisa disebut sebagai otaknya dari sebuah rangkaian atau project yang kamu bangun dengan Arduino didalamnya, tanpa perangkat input dan output Arduino tidak dapat melakukan banyak hal. Ketika kamu merencanakan atau membuat sebuah prototype, kebanyakan orang menggunakan komponen-komponen dan kabel yang di rangkai pada breadboard dan dihubungkan dengan Arduino, tapi ketika akan menjadikan prototype tersebut menjadi alat jadi serta diproduksi banyak atau dikemas dalam kemasan, akan kesulitan apabila masih menggunakan rangkaian yang dibuat pada breadboard.

Banyak orang-orang atau perusahaan elektronik yang membuat modul dengan masing-masing fungsi yang berbeda dan dapat dengan mudah dipasangkan diatas Arduino, sehingga ketika membuat prototype menjadi sangat mudah dan praktis. Modul tersebut yang dapat dipasang diatas Arduino dengan fungsi tertentu disebut sebagai Shield.


Contoh shield yang sudah ada dan dijual pasaran adalah shield untuk mengontrol motor, shield untuk terhubung dengan internet, shield untuk komunikasi Bluetooth, shield untuk mengontrol LCD dan masih banyak lagi.

Bluino Starter Shield

Bluino Starter Shield adalah salah satu shield Arduino produk Bluino Electronics yang cocok bagi pemula yang ingin belajar dasar Arduino dengan mudah dan praktis.

Dengan shield ini juga kamu dapat membuat beberapa contoh project Arduino yang menarik seperti; jam digital, timer on/off menggunakan relay, termometer digital, pengukur jarak, saklar pengendali melalui bluetooth, mengatur warna lampu LED melalui bluetooth, counter dan masih banyak lagi.
<
Berikut gambar rangkaian keseluruhan dari Bluino Starter Shield:

Pada shield ini sudah terdapat beberapa komponen input dan output yang biasa digunakan untuk project Arduino, Pada gamabar dibawah menunjukan nama-nama komponen yang terdapat didalam shield:



Buzzer — merupakan komponen elekronika yang berfungsi merubah getaran listrik menjadi getaran suara. Terdapat dua tipe buzzer yaitu buzzer aktif (memproduksi getaran sendiri hanya dengan diberi tegangan 5V) dan buzzer pasif (membutuhkan simulasi pulsa tegangan untuk menghasilkan getaran suara), pada shield ini menggunakan active buzzer 5V. Kamu dapat menggunakan buzzer untuk menghasilkan music yang sederhana.

Servo — adalah motor yang mempunyai gearbox dan dapat berputar dengan posisi yang presisi sesuai yang diperintahkan, untuk jenis ini hanya bisa berputar 180 derajat. Putarannya dapat dikontrol dengan memberikan pulsa tegangan dari analog output Arduino, pulsa tegangan tersebut yang memerintahkan servo untuk berputar pada posisi tertentu.


Modul Bluetooth — pada Bluino Starter Shield terdapat socket 6 pin untuk memasangkan modul bluetooth HC05, sehingga Arduino bisa melakukan komunikasi data dengan perangkat bluetooth lainnya tanpa kabel. Selain itu modul bluetooth HC05 dapat berfungsi sebagai cara untuk mengisi program (upload sketch) ke dalam Arduino tanpa menggunakan kabel USB. Pengisian program melalui bluetooth bisa dilakukan dari komputer atau dari Android.

7-Segment display — berfungsi sebagai penampil karakter angka dan karakter huruf. Pada display 7 segment juga dilengkapi karakter titik (dot) yang sering dibutuhkan untuk karakter koma atau titik pada saat menampilkan suatu bilangan. Display 7 segment terdiri dari 7 penampil karakter yang disusun dalam sebuah kemasan sehingga dapat menampilkan karakter angka dan karakter huruf. 4 x 7-segment yang digunakan pada Bluino Starter Shield ini kaki dari 7-segment tersebut tidak langsung dihubungkan dengan pin Arduino, karena akan memerlukan jumlah pin yang cukup banyak, tapi menggunakan komponen tambahan yaitu IC 74HC595 (shift register) dan IC 74LS247 (BCD to 7-segment) sehingga hanya memerlukan 4 pin saja untuk menampilkan 4 digit angka dan koma.
Relay — pada dasarnya relay adalah sebuah saklar yang dikontrol secara elektronik, untuk mengubah kondisi saklar menjadi on atau off menggunakan arus listrik yang dikenakan pada lilitan magnet didalamnya.

Potensiometer — adalah sebuah resistor yang nilai hambatannya dapat diatur sesuai posisi putaran knob. Ketika pada kedua sisi kaki potensiometer diberi tegangan ground dan positif 5V, maka pada kaki tengahnya akan mengeluarkan variabel tegangan dari 0 - 5V sesuai dengan posisi putaran knob.

LED RGB — adalah sebuah LED yang didalamnya terdapat tiga nyala LED berwarna dasar red-green-blue (merah-hijau-biru), perpaduan dari tiga warna tersebut dengan tingkat kecerahan yang berbeda dapat menghasilkan semua kombinasi warna.



Push button — adalah sebuah saklar yang menghubungkan arus pada suatu rangkaian ketika knobnya ditekan. Saklar sangat cocok dipasang pada pin digital input untuk mendeteksi sinyal on/off.
Photoresistor — (disebut juga sebagai LDR - lightdependent resistor) sebuah variabel resistor yang nilai hambatannya bergantung dari intensitas yang diterima pada permukaan sensor tersebut.
Temperature Sensor — perubahan tegangan output pada sensor ini tergantung dari suhu body komponen tersebut. Kedua sisi kaki terluar dihubungkan dengan positif 5V dan ground, dan output tegangan dari pin tengah.

Light Emitting Diode (LED) — merupakan tipe dioda yang dapat berpendar/bercahaya ketika dilalui arus listrik. Seperti semua tipe dioda, arus listrik hanya mengalir satu arah melalui komponen ini. Kamu sering menjumpai LED sebagai indikator pada peralatan elektronik.
Kaki anoda, yang biasanya dihubungkan dengan tegangan positif memiliki kaki yang lebih panjang, sedang kaki katoda ukurannya lebih pendek.

Modul RTC (Real Time Clock) — merupakan modul yang dapat memberikan informasi mengenai waktu saat ini (real time). Waktu disini dapat berupa detik, menit, hari, bulan dan tahun.

Pada Arduino tidak dilengkapi secara internal dengan RTC. Dengan demikian, untuk aplikasi yang memerlukan pewaktuan, kita harus menyertakannya secara tersendiri. Sebuah RTC dilengkapi dengan baterai, agar RTC tetap dapat bekerja dan menyimpan waktu saat ini. Komunikasi data antara RTC dengan Arduino menggunakan komunikasi I2C.



0 comments:

Posting Komentar